kain batik khas ciamis-sunda
Sejarah Batik Ciamis
Batik mulai dikenal di daerah Ciamis pasca perang Diponegoro pada abad ke- 19. Pada saat itu, banyak pengikut Pangeran Diponegoro yang meninggalkan Yogyakarta dan menuju ke selatan. Ciamis merupakan salah satu kota yang mereka tuju.
Disini mereka menetap dan mereka yang ahli batik pun mulai menggiatkan lagi pembatikan sebagai pekerjaan sehari-hari.
Sehingga jarang heran, motif yang mereka hasilkan merupakan campuran dari daerah asal mereka, Jawa Tengah, dan daerah dari mereka tinggal.
Sampai awal-awal abad ke-20 pembatikan di Ciamis berkembang sedikit demi sedikit, dari kebutuhan sendiri menjadi produksi pasaran. Masa keemasan batik Ciamis berlangsung pada era tahun 1960-an hingga awal 1980-an. Batik Ciamis mampu bersaing diantara dominasi tradisi batik Solo, Yogyakarta, maupun Pekalongan. Namun, sejak tahun 80-an keberadaan batik Ciamis mengalami kemunduran karena berbagai dampak perubahan ekonomi yang tidak menguntungkan para pengrajin batik di Ciamis. Puncaknya terjadi saat krisis moneter pada tahun 1997 yang menghentikan hampir seluruh kegiatan membatik di Ciamis.
Corak dan Motif Batik Ciamis
Batik Ciamis hanya mempunyai dua warna, yaitu warna coklat dan hitam dengan dasar putih. Batik Ciamis berbeda dengan batik dari daerah lain. Corak batik Ciamis tidak telalu ramai dan rumit.
Motif batik Ciamis yang sering disebut Ciamisan, memiliki karakter sederhana. Ragam hias batik Ciamisan bernuansa naturalistik, banyak menggambarkan flora dan fauna serta lingkungan alam sekitar. Kesederhanaan corak batik Ciamis tidak lepas dari sejarah keberadaannya yang banyak dipengaruhi daerah lain seperti ragam hias pesisiran dari Indramayu dan Cirebon. Selain itu, pengaruh batik non pesisiran, seperti dari Solo dan Yogyakarta juga turut andil dalam membentuk karakter warna dan komposisi motif batik Ciamisan yang sering disebut sebagai batik Sarian.
Motif batik Ciamis antara lain motif rereng seno dan rereng eneng. Rereng eneng dipakai sebagai atasan atau baju, sedangkan rereng seno dipakai sebagai kain bawahan. Ciri khas gambar batik Ciamis antara lain tanaman daun rente dan tanaman daun kelapa. Tanaman daun rente adalah tanaman yang tumbuh di kolam-kolam penduduk yang ada di Ciamis. Baik motif daun rente atau daun kelapa menjadi ilham bagi perajin batik untuk dijadikan motif dalam batik yang mereka buat. Ada yang menyebut batik Ciamis adalah batik sarian karena motifnya tidak ramai namun terlihat elegan.
Posting Komentar